Select Menu

Disciples Menulis

Opini

Artikel Tamu

Inspirasi

Perspektif

Nasihat

» » Tuntaskan Aksi Begal

Oleh: Chilman Syarif*
Akhir-akhir ini banyak kejadian kejahatan begal yang sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Sudah banyak media yang memberitakan tentang aksi yang satu ini. Aksi kejahatan begal yang dilakukan oleh sekelompok orang ini sangat meresahkan warga. Implikasinya masyarakat merasa terbatas akan keperluaan diluar ketika malam hari, karena merasa takut dengan aksi pembegalan yang sering dilakukan pada malam hari.  
Sungguh ironis, kejahatan yang sering terjadi, terutama di daerah yang sepi dan minimnya lampu penerangan di sepanjang jalan, justru terdapat aksi pembegalan di daerah yang cukup ramai. Seperti yang terjadi di daerah Jakarta dan sekitarnya. Pembegal berani melakukan ini karena menurunnya rasa ingin menolong dari masyarakat sekitar. Sehingga para pembegal semakin leluasa melakukan tindak kejahatan.
Aksi kejahatan pembegalan ini sudah meluas ke beberapa tempat di daerah Indonesia. Seperti  yang terjadi pada Senin (2/3/2015) dini hari, komplotan begal motor beraksi di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumsel. Korban kehilangan 1 unit motor Yamaha Mio Soul dan uang tunai Rp 6 Juta.  (Liputan6.com)
Motif pembegalan sekitar jam dua dini hari itu dilakukan dengan cara mendekati motor korban dan memepetnya dari arah kanan. Tidak hanya dari arah kanan, segerombolan pembegal juga memepet dari arah kiri. Sehingga motor korban itu berada di tengah-tengah para pembegal. Posisi korbanpun semakin terjepit, sehingga akhirnya motor korban berhenti. Kemudian segerombolan tersebut menyuruh korban untuk turun dari motornya sambil mengancam  dengan membawa senjata tajam, seperti pisau dan pedang.
Akhirnya, motornya pun dibawa oleh sekomplotan pembegal demi meraup sebuah uang dan barang-barang berharga lainnya. Itu merupakan salah satu peristiwa saja. Masih banyak lagi peristiwa pembegalan yang terjadi diberbagai daerah lainnya. Seperti, kota-kota besar yaitu, Jakarta, Semarang, Yogyakarka, Surabaya, dan lain-lain. Bahkan kota kecil seperti kota Demak pun sudah terjadi aksi pembegalan (baca berita liputan6 1/3/2015).
Semakin maraknya aksi begal ini, menjadikan masyarakat semakin resah dan membuat jengkel. Sehingga ketika ada pembegal yang berhasil ditangkap oleh warga, tidak jarang yang melakukan main hakim sendiri seperti melakukan kekerasan dengan memukul pembegal sampai babak belur bahkan sampai ada yang dibakar.
Aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga, tidak sepenuhnya untuk disalahkan. Karena polisi yang bertugas sebagai petugas keamanan tidak bisa lagi di andalkan lagi seketika itu. Polisi selalu datang terlambat di tempat kejadian perkara. Bahkan ketika polisi sudah datang, warga merasa bahwa kehadiran atau keberadaan polisi sudah tidak dibutuhkan lagi karena keterlambatan dalam menangani kejahatan tersebut. Ketidak percayaan terhadap polisi, hingga hilangnya kepercayaan terhadap tatanan hukum inilah, yang mendorong publik memenuhi kebutuhan itu dengan main hakim sendiri.
Upaya Penuntasan
Masalah pembegalan di negri ini yang semakin parah, harus mulai dipecahkankan apa masalah-masalahnya (problem solving). Pemerintah harus cepat mengambil tindakan, karena bila tidak, maka aksi kejahatan pembegalan semakin marak, menjamur dan akan cepat menyebar di negeri ini. Sehingga pemerintah semakin sulit untuk menuntaskan aksi kejahatan begal. Diantara cara untuk menuntaskan pembegalan, yaitu dengan cara mengetahui penyebab terjadinya banyak aksi pembegalan.
Pertama, yaitu dengan melakukan upaya preventif. Preventif ini sendiri meliputi banyak hal. Aparat kepolisian dan masyarakat bersinergi untuk memberantas aksi begal. Yaitu dengan cara membangun pos polisi dan kegiatan ronda malam oleh warga yang semakin di galakkan di tempat-tempat yang rawan terjadi aksi kejahatan. Terutama ditempat yang sepi penduduk dan di tempat yang sedikit penerangan. Pemerintah juga memperbaiki infrastruktur dengan memberikan lampu penerangan disepanjang jalan untuk meminimalisir aksi kejahatan.
Disamping itu, pendidikan agama dan moral oleh para guru ketika di sekolah dan orang tua ketika berada di rumah merupakan langkah yang punya pengaruh cukup besar. Karena ketika seseorang sudah dibekali dengan pendidikan agama dan telah meresap dogma ajaran agama ke dalam pikiran mereka, maka tindak kejahatan akan semakin cepat berkurang.
Tak hanya itu saja, pemberantasan kemiskinan juga harus digalakkan oleh pemerintah. Meskipun problem ini masih sulit untuk diselesaikan dari dulu hingga sekarang. Karena masalah utama yang terjadi di negeri kita merupakan faktor kemiskinan. Tidak dapat dipungkiri lagi, faktor kemiskinan inilah merupakan faktor  utama yang menyebabkan marak terjadinya aksi tindak kejahatan.
Kedua, yaitu dengan melakukan  penanggulangan kejahatan secara represif. Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Ray Pratama Siadari, S.H.,M.H, mengatakan bahwa penanggulangan dengan upaya represif dimaksudkan untuk menindak para pelaku kejahatan sesuai dengan perbuatannya serta memperbaikinya kembali agar mereka sadar bahwa perbuatan yang dilakukannya merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat, sehingga tidak akan mengulanginya dan orang lain juga tidak akan melakukannya mengingat sanksi yang akan ditanggungnya sangat berat.

Diharapkan dengan mengetahui segala penyebab terjadinya aksi kejahatan kriminal terutama aksi begal motor yang sudah menjamur dan sangat meresahkan warga ini, maka antara pihak pemerintah, aparat kepolisian serta masyarakat dapat bersinergi untuk ikut andil dalam menuntaskan aksi kejahatan begal motor yang dilakukan dengan upaya preventif dan represif. Wallahu a’lamu bi al-Shawaab.
Koran Muria, 14 Maret 2015

About Mokhamad Abdul Aziz

Penulis lepas, Direktur Eksekutif Monash Institute Semarang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply