Select Menu

Disciples Menulis

Opini

Artikel Tamu

Inspirasi

Perspektif

Nasihat

» » Berusaha Hidup Mandiri

Berusaha Hidup Mandiri

Sibuk berkerja di sebuah perusahaan garmen di Ungaran, Kabupaten Semarang, tidak membuat Roisatul Khasanah melupakan pendidikannya. Dara kelahiran Madiun itu, memilih menjalankan keduanya secara bersama-sama. “Kuncinya adalah bagaimana kita bisa mengatur waktu. Dijalani dengan senang hati saja,” kata Rois, sapaan akrabnya, kepada Tribun Jateng, Selasa (16/12).
Setiap hari mulai pukul 07.00 wib, Rois berangkat kerja sampai sore hari. Hal ini dilakukan agar dia bisa memenuhi kebutuhan sendiri. “Sebuah kepuasan tersendiri ketika bisa cari uang sendiri. Bahkan kalau bisa mengirim uang kepada keluarga yang di Rembang. Hemm, sungguh nikmat rasanya,” kata gadis kelahiran 16 Desember 1992 ini.
Saat ini, Rois berkerja di Ungaran Sari Garment (USG) sebagai operator produksi. “Aku kira, penghasilannya lebih dari cukup. Pandai-pandai bersyukur sajalah,” kata mahasiswi semester tiga tersebut.
Kuliah jurusan akuntansi di Universitas Pandanaran (Unpand), Rois sengaja mengambil kelas weekend, agar tidak mengganggu kerjanya. Setiap Sabtu-Minggu, dia fokus kuliah. Sisanya dia maksimalkan untuk berkerja.
Harapannya, sebagai anak bangsa yang hidup di zaman yang kompetitif ini, pemuda-pemudi seharusnya mampu hidup mandiri. Sehingga bisa diharapkan menjadi penerus bangsa yang lebih baik. “Satu kuncinya, jangan lupakan pendidikan. Sebab itu sangat penting untuk masa depan kita,” ungkap Rois penuh harap.
Semua itu, bagi dia, tidak pernah dianggap menjadi beban. Rois mengakui, banyak teman yang senasib dengannya, sehingga menjalankan aktivitasnya dengan senang hati. “Kata teman-teman, aku ini orangnya tomboy, merasa harus jadi orang kuat aja sih,” kata Rois.
Cita-cita dara berusia 22 tahun itu sangat sederhana. Dia hanya ingin orang tuanya bangga dengan dirinya. Apalagi dia punya adik, yang masih sekolah. “Cukup melihat mereka bahagia saja. Itu sudah melebihi cita-citaku,” pungkasnya.

(Mokhamad Abdul Aziz)
Sumber: Tribun Jateng, 18 Desember 2014

About Mokhamad Abdul Aziz

Penulis lepas, Direktur Eksekutif Monash Institute Semarang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply