Select Menu

Disciples Menulis

Opini

Artikel Tamu

Inspirasi

Perspektif

Nasihat

» » Sembelih Ayam, HMI Nilai Jokowi telah Menyembelih Ekonomi Pancasila

AKSI DEMONSTRASI: Aktivis Himpunan Mahasiswa ISlam (HMI) Komisariat Tarbiyah UIN Walisongo Semarang menyerahkan seekor ayam yang disembelih kepada anggoa DPRD Jawa Tengah di depan gerbang pintu Gedung Berlian, Senin (30/3). (Monash-media.com/Nailis Sa’adah).





SEMARANG, monash-media.com – Puluhan mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah Walisongo menggelar aksi damai, paska kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan gedung DPRD Jawa Tengah, Senin (30/03).
Dilansir dari suaramerdeka.com, Koordinator Aksi Nur Kholis menyatakan, mengutuk manajemen warung kopi ala pemerintahan Jokowi. “Kami menilai bahwa kebijakan menaikkan-menurunkan BBM sangat membingungkan dan merugikan rakyat kecil,” kata Nur Kholis saat berorasi di depan pintu gerbang Gedung Berlian.
Tuntutan yang pertama, sambungnya, meminta pemerintah Jokowi-JK mengkaji kembali dampak kebijakan menaikkan-menurunkan BBM bagi masyarakat, terlebih masyarakat menengah ke bawah, agar tidak seperti manajemen warkop.
Kedua Jokowi mengganti tim ekonomi pemerintahan dari yang berpaham neo-liberal menjadi ekonomi Pancasila. “Mengusut tuntas para mafia migas yang merugikan negara, terutama di dalam pemerintahan. Jika Jokowi tidak mampu memahami dan menyelesaikan persoalan ini, silahkan Jokowi pulang ke Solo,” tuturnya.

Salah satu demonstran menyebut Jokowi sudah melanggar trisakti Bung Karno yang selama ini didengung-dengungkan oleh Jokowi. "Ini tidak benar. Jokowi justru melanggar janji mewujudkan trisakti saat kampanye lalu. Turunkan Jokowi!" teriak Irfan Sona saat berorasi.
Selain berorasi, para aktivis HMI tersebut juga menyembelih ayam. Mereka menuliskan “Jokowi Mati” di secarik kertas putih dengan menggunakan darah hasil sembelihan. Ini ibarat pemerintahan Jokowi telah mati. “Menyembelih ayam, lalu mati, seperti itulah pemerintah saat ini. Dengan matinya ayam, maka seperti itulah Jokowi,” katanya di sela-sela aksi.

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan yang mendalam terhadap kebijakan Jokowi yang dinilai tidak berpikir jangka panjang. Membelih ayam juga merupakan simbol jika Jokowi telah menyembelih dan mematikan ekonomi Pancasila.
“Jokowi hanya berpikir hari ini. Jokowi menggantungkan harga BBM pada harga minyak dunia, tanpa melihat kondisi pasa di Indonesia. Kami pikir ini sudah sangat neo-liberal. Ayam ini simbol kematian ekonomi Pancasila di tangan Jokowi”, kata Nur Kholis.
Pihaknya juga berjanji, akan melakukan aksi yang lebih besar jika tidak ada tanggapan dari pihak-pihak terkait. “Kami akan menggalang aksi yang lebih besar, sampai Jokowi sadar dan turun dari jabatannya”, pungkas Kholis sebelum massa membubarkan diri dengan tertib dan damai.


Reporter: Nailis Sa’adah
Redaktur: Mokhamad Abdul Aziz

About Mokhamad Abdul Aziz

Penulis lepas, Direktur Eksekutif Monash Institute Semarang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply