Select Menu

Disciples Menulis

Opini

Artikel Tamu

Inspirasi

Perspektif

Nasihat

» » Antara Remaja dan Facebook

Oleh: Anittabi’ Muslim*
Di era modern sekarang, teknologi informasi berkembang sangat pesat. Perkembangan teknologi informasi ikut memberikan sumbangan dalam mengubah gaya hidup masyarakat. Masyarakat menjadi sangat bergantung pada fungsi dari perkembangan teknologi informasi tersebut dalam segala aspek kehidupan. Salah satu realita yang sangat fenomenal adalah perkembangan jaringan internet. Internet memberikan kemudahan bagi pemakai untuk mengakses informasi dengan mudah dan cepat. Dengan internet, seseorang dapat berkomunikasi dan tukar informasi dengan orang lain tanpa hambatan apapun. Kelebihan inilah yang disuguhkan internet untuk menarik seseorang agar menjadi pengguna jaringan tersebut.
Perkembangan jaringan internet secara otomatis berpengaruh terhadap layanan yang ada di dalamnya. Salah satu layanan populer yang ada dalam internet adalah facebook. Penggunaan facebook tersebar di berbagai tempat, mulai dari suatu kampung dalam desa sampai pada daerah perkotaan. Penggunanya pun mulai dari anak-anak sampai dewasa. Perkembangan jaringan tersebut memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif dari penggunaan facebook diantaranya; dengan facebook akan menambah banyak teman, memudahkan seseorang dalam berkomunikasi serta bertukar pikiran dengan orang lain. Sementara itu, dampak negatif penggunaan facebook juga sangat berpengaruh dan kian hari makin terasa, akan tetapi facebookers tidak pernah menyadari akan pengaruh tersebut. Hal ini terjadi karena para pengguna telah kecanduan dengan layanan internet satu ini. Padahal, pengaruh yang tidak disadari itu justru yang berbahaya bagi mereka.
Fakta yang terjadi di lapangan dapat disimpulkan bahwa facebook telah menimbulkan banyak permasalahan, terutama kasus yang terjadi di kalangan remaja. Ketika seseorang melewati masa remaja, di situlah rasa ingin tahu yang besar mulai muncul. Sehingga, keberadaan layanan internet facebook telah menarik rasa ingin tahu mereka. Mereka mulai mengenalkan diri dengan membuat akun facebook, kemudian mulai mengenal pula penggunaannya. Kebiasaan itu terus berlanjut sampai pada akhirnya mereka mencapai puncak yang disebut dengan kecanduan. Dalam fase ini, seorang remaja cenderung akan mengaktifkan layanan tersebut tanpa henti, bahkan lupa waktu dan kewajiban mereka. Tanpa mereka sadari, facebook telah mengubah gaya hidup mereka dengan segala kelebihan yang ditawarkan, sehingga mampu menarik para remaja untuk ikut berpartisipasi dalam menggunakannya.
Berdasarkan data temuan Taylor Nelson Solfres (TNS) Digital Life, sebuah studi terbesar yang pernah dilakukan secara global di banyak negara untuk memahami sikap dan perilaku digital. Indonesia dinobatkan sebagai negara pengguna facebook  terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Dari tiga puluh juta orang pengguna internet di Indonesia, diketahui sebanyak 87% mengunjungi jejaring sosial facebook. Sementara itu, data hasil survei yang pernah dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan bahwa pengguna facebook di Indonesia didominasi oleh mereka yang berumur antara 18-24 tahun di posisi pertama dan 25-34 tahun di urutan kedua. Dari sini sudah dapat dipetik suatu kesimpulan bahwa facebookers didominasi oleh para remaja. Berawal dari rasa ingin tahu mereka, sehingga pada akhirnya mereka tertarik dan sampai pada fase kecanduan dengan jaringan sosial satu ini.
Untuk mengatasi dampak negatif dari penggunaan facebook dapat dilakukan dengan merealisasikan fungsi controlling dari keluarga. Akan tetapi, hal itu juga harus dibarengi oleh lingkungan sekitar mereka, seperti sekolah dan masyarakat. Pihak-pihak tersebut yang harus bersinergi untuk mengawasi perkembangan seorang remaja. Sebab, pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap pengetahuan dan pengalaman baru akan terus berkobar dan mereka pun akan berusaha mencari tahu tentang kebenarannya. Oleh karena itu, perlindungan mental, fisik, sosial, ekonomi dari ekses negatif internet, termasuk pengawasan terhadap penggunaan facebook sangat diperlukan. Sehingga, dengan adanya kerja sama antara pihak-pihak tersebut dimaksudkan dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan seorang remaja, terutama dalam mengenal media sosial.
*Mahasiswa Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin UIN Walisongo Semarang
Sumber: Koran Harian Umum Jateng Ekspres, 28 Januari 2015

About Mokhamad Abdul Aziz

Penulis lepas, Direktur Eksekutif Monash Institute Semarang
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply